Senin, 28 Maret 2011

Teknik memotivasi diri untuk menjadi seorang Entrepreuner


Untitled-4


Sesungguhnya embrio entrepreuner telah dimiliki oleh setiap dari diri kita sejak lahir, namun sayangnya seiring perjalanan waktu menuju ke kedewasaan tanpa disadari sebagian besar hambatan mental justru terjadi manakala kita mendapat penyeragaman pemikiran di sekolah (tempat dimana seseorang mendapat materi pembelajaran dan jawaban yang sama atas suatu permasalahan ).

Melalui penyeragaman pemikiran inilah seakan kreatifitas seseorang menjadi lumpuh dan terpasung. Pemikiran menjadi nyaris mengalami kesamaan persepsi menuju suatu pembenaran “ tunggal” yang akhirnya membatasi seseorang untuk dapat “Berfikir di luar Kotak “.

Sekolah telah mengajarkan untuk berfikir sama dalam wilayah area dan kesimpulan yang hampir mirip satu dengan lainnya, bahkan para pendidik disekolah telah begitu hafal diluar kepala tentang daftar suatu pertanyaan, berikut warna jawaban benar / salah. Diluar itu berarti “Tidak Benar” / “Menyimpang “ . Pendidikan di sekolah dari tahun ke tahun tidak mengalami banyak koreksi perubahan atas hasil kwalitas lulusan, analogi mengajarkan seseorang berenang, yang diajarkan hanya teknik renang di air tenang yang jernih, dan pada realitanya nanti media air jernih yang tenang ini bisa saja berubah menjadi kubangan lumpur yang pekat, genangan oli ,laut bebas dan medan-medan ekstrim lainnya ( dibutuhkan koreksi sistem pendidikan serius agar kita mampu menghasilkan kwalitas hasil kelulusan yang selalu mengikuti perkembangan zaman ( uptodate) ).

Pendidikan disekolah tidak mengajarkan atau setidaknya memberikan wacana bahwa suatu saat kelak akan terjadi hal-hal yang tidak dapat di duga sebelumnya ( unpredictable ), segalanya akan menjadi semakin berkembang dan mensiasati kehidupan semakin hari akan semakin sulit dan ketat dalam persaingan yang diakibatkan oleh semakin sempitnya area pergerakan yang dikarenakan adanya kenaikan populasi penduduk.

Tentu kita masih ingat nasehat orang tua atau guru-guru kita yang mengatakan “ Balajarlah yang rajin, untuk dapat menjadi seorang yang pintar, sehingga kelak akan dapat pekerjaan bagus dan penghasilan yang bagus pula, dan fenomena “harapan indah masa depan” inilah yang menjadikan sebagian besar hasil lulusan pendidikan sekolah terjebak dalam pemikiran tunggal bahwa tugas menyiapkan masa depan adalah Sekolah-Belajar-Lulus dan bekerja untuk dapat menafkahi hidup.

Belakangan terjadi banyak diantara hasil lulusan kita yang merasa bingung dan frustasi ketika harus memutuskan dan menetapkan apakah menunggu panggilan kerja atau apakah harus menjadi seorang entrepreuner ? karena keterdesakan seringkali mereka mencoba untuk memilih yang kedua, namun sayangnya hal itu dilakukan karena kompensasi pelarian dari pilihan pertama yang tidak terealisasikan.
Akibatnya persiapan mental yang dilakukanpun menjadi kurang greget ( setengah-setengah ), walau kesadaran ke arah sana kadang begitu sangat kuat dan menggebu, namun ketika dihadapi dengan kendala harus memulai dari mana?, banyak dari mereka yang gugur sebelum berperang dalam menghadapi phase awal memasuki dunia entrepreuner ini.

Sangat disayangkan bahwa banyak buku-buku dan motivator-motivator entrepreuner hebat yang kurang detail dan teliti dalam membahas Phase Kritis ini, arahan-arahan mereka memang sangat professional “Indah Didengar”, “Realistis”, “disampaikan dengan cara mengagumkan”, “Benar adanya”, “Sepertinya mudah dilaksanakan”, namun pada kenyataannya sebagian besar pengagum mereka gagal dalam pengaplikasian. Tendensi sebenarnya mudah diterka, karena mereka adalah sejatinya seorang Entrepreuner. Mirip yang terjadi pada dunia perbankan yang ramah dan sangat membantu kepada pengusaha yang telah menjadi pengusaha, karena latar belakang keuntungan yang tidak mereka dapatkan ketika mereka melayani calon pengusaha “Zero to Hero”yang jelas jelas tidak ber uang.

Cukupkan saja menerima penyeragaman pemikiran baru yang nantinya justru akan membuat kita kembali Set Back kebelakang. Bagaimanapun keunikan dan explorasi diri sendirilah yang sejatinya dapat melahirkan model gerakan-gerakan entrepreuner yang paling cocok bagi diri kita.
Kita adalah pribadi yang unik dan diri sendirilah yang sangat mengerti tentang bagaimana idealnya kita dapat membentuk diri menjadi seorang entrepreuner.
“ Usaha bisa ditiru, tetapi rejeki tidak bisa ditiru”, Entrepreuner terhebat sekalipun tidak akan pernah mampu memberikan nasehat teknis yang tepat sasaran, kecuali sebelumnya ia telah sangat mengetahui pribadi dan situasi kita secara presisi.

Tidak perduli apapun nantinya yang akan anda geluti dalam dunia entrepreuner, permasalahan yang paling krusial dari tahap awal dalam proses pembentukan jati diri seorang entrepreneur adalah bagaimana seseorang mampu merubah diri secara drastis dan revolusioner dari seorang yang hanya “ Sekedar Cakap Berharap “ menjadi pribadi yang “ Terampil Memberdayakan Ketiadaan”.

Berikut adalah beberapa tips masukan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan diri menjadi seorang entrepreuner “ From Zero to Hero”.

Lakukan :


1. Tetapkan kebulatan bulat untuk memasuki dunia entrepreuner ini secara total / tidak setengah-tengah (lupakan panggilan kerja dari perusahaan yang paling Bonafid sekalipun), jika hal ini sudah menjadi pilihan maka lakukanlah dengan sepenuh waktu dan jangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat mencari uang dari tempat lain seperti misalnya menjual tenaga dengan bekerja untuk mendapat upah / gaji atau mencari-cari pinjaman ke sana-sini, dsb ( dalam dunia entrepreuner satu rupiah pun sebuah nilai yang di hasilkan adalah sebuah prestasi, sepanjang itu dilakukan berdasarkan “ Keterampilan memberdayakan Ketiadaan yang positif ”)

2. Bidik dan tentukan sasaran satu jenis usaha yang akan ditekuni( usahakan hanya focus pada satu usaha diawal ) serta sesuaikan dengan kemampuan modal yang mungkin tergapai baik secara situasional dan pribadi ( tantangan bagi seorang Entrepreuner adalah “Melakukan sebelum Siap”) , jika kemampuan modal usaha kita misalnya hanya cukup untuk momodali usaha penjualan Cotton Buds(Korek Kuping) sekalipun yang beli:800 dan Jual:1.000, lakukanlah. Jangan lihat nilai X besar/kecilnya keuntungan, yang terpenting adalah artinya anda telah mampu memutar dan mengembalikan uang dengan nilai lebih, seberapa kecilpun kelebihannya itu tidak penting karena kelebihan nilai X inilah yang akan mengajarkan anda untuk mencari dan menemukan nilai X dan X lainnya yang nantinya akan menjadi semakin lebih besar seiring perkembangan jam terbang dan kemahiran anda dalam dunia Entrepreuner.


Evaluasi:

Jika untuk mengaplikasikan usaha pertama ini masih juga dirasakan sulit, coba tengoklah kembali pribadi dan mental kemandirian diri kita, karena di hampir kebanyakan kasus kegagalan ini terjadi dikarenakan seseorang telah begitu terikat dan memiliki rasa nyaman pribadi yang berlebihan dari lingkungan, sehingga hal ini membuatnya menjadi kurang memiliki mental Fight (bertempur).


Verifikasi:

Koreksi atas hasil evaluasi adalah mensiasatinya dengan cara melakukan upaya melepaskan atau meninggalkan seluruh fasilitas yang dimiliki. Tekanan ketiadaan rasa nyaman ini akan memaksa kita berfikir dan bekerja keras untuk sesegera mungkin menemukan awal dari rencana gerakan sebagai seorang entrepreuner dan jawaban atas apa yang harus dilakukan ini nantinya akan memaksa diri kita untuk segera memulai “from Zero to Hero”.
Pernahkah anda mendengar cerita seorang yang mampu berlari sedemikian cepatnya dan mampu melompati pagar yang tingginya hampir 3 Meter karena ia berusaha menghindar dari seekor anjing besar yang seakan mengejar dan ingin menggigitnya padahal anjing itu tidak melakukan upaya apapun, dan sepertinya hal itu mustahil terjadi pada diri seseorang yang sesungguhnya lumpuh setengah badan. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa jika kita mau mensiasati, didalam diri kitapun sesungguhnya ada “Daya Ungkit” luar biasa yang dapat kita gunakan agar kita mampu menjawab dan menemukan atas apa yang kita butuhkan.

Dengan panduan sederhana ini diharapkan ada ketermanfaatan yang dapat diambil hikmahnya, dapat mengurangi tingkat pengangguran terselubung secara nasional serta mampu merangsang lahirnya entrepreuner-entrepreuner baru yang masih teramat banyak dibutuhkan dan ditunggu kehadirannya untuk bahu membahu mempercepat pembangunan kemajuan Indonesia kita tercinta.

Semoga bermanfaat

Jumat, 18 Maret 2011

Rahasia Tindakan - Wining Spirit

Wining Spirit – Rahasia Tindakan

Untitled-4

Wining spirit - rahasia tindakan ada 4 poin yang menjadi rahasia dalam sebuah tindakan. Poin yang pertama adalah no action, nothing happen. Ketika anda tidak melakukan apa-apa, maka tidak akan ada keajaiban yang terjadi.

Saya teringat dengan sebuah kisah yang sangat menyentuh perasaan saya. Suatu saat, seorang ibu, karena miskin dan tidak punya uang, dia terpaksa melahirkan di pintu gerbang dari sebuah sekolah. Anak tadi lahir dan tumbuh besar menjadi seorang anak yang baik. Kemudian beberapa saat ketika masa kecilnya, anak tadi punya gangguan dengan saraf mata dan saraf wajahnya, sehingga wajahnya tidak simetris, atau condong miring sebelah. Anak tadi tumbuh menjadi anak yang besar, punya satu impian, bahwa ia ingin menjadi seorang pemain film yang terkenal.


Waktupun berlalu, diapun mengambil banyak kursus-kursus akting, kursus2 untuk menunjang dia untuk menjadi aktor yang terkenal. Tapi karena wajahnya yang tidak simetris, ditambah dengan cara bicaranya yang gagap, dia tidak pernah diterima untuk menjadi bagian dari sebuah film, apalagi menjadi seorang bintang film.

Untuk mendapatkan peran2 kecil, atau peran2 pengganti, atau peran2 yang hampir tidak ada artinya, dia harus menunggu, dan tidak mau pulang di depan pintu dari direktor dari sebuah film. Sehingga akhirnya direktor tadi menjadi kasihan karena diteror terus, akhirnya dia diberikan peran2 kecil.

Istrinya menyarankan dia untuk melupakan segala impian gilanya menjadi seorang aktor. Karena hidup dalam kemiskinan, dan dia tidak punya pekerjaan tetap selain terus bermimpi menjadi bintang film, istrinya menggugat cerai, dan meninggalkan dia. Di satu saat dimana orang ini mengalami titik terendah dalam hidupnya. Di satu musim dingin, dia menonton sebuah tayangan tinju yang menggetarkan hatinya. Ketika itu, orang ini melihat suatu pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Weirdner. Chuck Weirdner adalah petinju yang dijuluki ayam sayur.

Dia diprediksikan bahwa tidak akan bisa bertahan lebih dari 3 ronde menghadapi Mohammad Ali. Akan tetapi apa yang terjadi ketika Chuck Weirdner dipukul rubuh, dia bangun lagi. Ketika dipukul rubuh, dia bangun lagi. Ketika dipukul rubuh, dia bangun lagi. Waktu itu belum ada peraturan bahwa 3 kali dipukul rubuh harus berhenti, karena itu tetap dilanjutkan pertandingannya. Dan Chuck Weirdner ini bisa menyelesaikan 15 ronde, walaupun ia akhirnya kalah dengan angka mutlak. Tapi ternyata dia menunjukkan keteguhan hatinya, dia tidak bisa dipukul rubuh oleh Mohammad Ali.

Ketika menonton pertandingan tinju ini, orang ini sangat termotivasi. 72 jam nonstop ia menulis sebuah naskah film yang menurut dia sangat bagus dan sangat dramatisir. Ia menawarkan dari satu produser ke produser yang lain, dari produser yang satu ke produser yang lain, dari produser yang satu ke produser yang lain. 1855 kali dia membawa naskah filmnya, dan akhirnya dia diterima. Ketika ia diterima oleh sebuah produser film, dan produser film katakan ok kami akan mempertimbangkan dan kami akan mencoba untuk memproduksi filmnya. Waktu itu, dia diberikan tawaran 70 ribu USD sebagai penulis skenario dari film tadi.

Orang tadi mengatakan, saya tidak ingin hanya menjadi seorang penulis skenario, tapi saya ingin menjadi seorang aktor utama dari film tadi. Si produsernya katakan no, kamu cukup saja menjadi seorang penulis skenario, kamu tidak perlu menjadi seorang aktor.

Akhirnya perdebatanpun berlangsung, akhirnya si produser tadi katakan ok, saya berikan anda pilihan, anda ambil atau anda tinggalkan. Si orang tadi katakan, saya tinggalkan. Selang beberapa saat kemudian, si produser film tadi akhirnya memanggil orang tadi. Ok, suruh panggillah orang tadi. Ketemu lagi, hal pertama yang ditanyakan adalah I’m the actor? Si produser tadi katakan no, you are not the actor, tetapi tawarannya kami naikkan dari 70 ribu USD menjadi 225 ribu USD. Take it or leave it? Orang tadi katakan leave it, dia pun pulang.

Akhirnya beberapa saat kemudian, si produser tadi memangggil lagi orang tadi. Ketika orang tadi dipanggil lagi produser katakan ok ok ok, sekarang tawarannya kami naikkan, 500 ribu USD. Take it or leave it? Orang tadi hanya katakan 1 hal, I’m the actor? Si produser tadi tetap katakan, no, you are not the actor, kamu adalah seorang penulis skenario. Orang tadi katakan, leave it. Dia pun pulang lagi. Lalu akhirnya singkat cerita, tawaran tadi dinaikkan hingga jadi 1 juta USD, orang tadi tetap ngotot, dia harus menjadi seorang pemeran utama dalam naskah yang ia tuliskan. Akhirnya si produser tadi pun menyerah, karena keteguhan hati dari orang ini, mereka pun memutuskan untuk memproduksi filmnya dengan catatan ia hanya dibayar 30 ribu USD, dan sistemnya adalah bagi hasil kalau nanti hasilnya untung, film tadi pun dibuat dengan budget maksimal 1 juta USD.

Anda tahu siapa orang yang punya keteguhan hati yang luar biasa? Filmnya berjudul Rockie, dan orang tadi bernama Sivestre Stalone. Rockie I, II, III, IV, V, dan ia membintangi beberapa film Rambo, dan banyak film yang lain. Semuanya berawal dari keteguhan hati, dan action yang tidak pernah berhenti.

Sekali lagi, secret of action yang pertama adalah no action, nothing heaven.Yang kedua adalah tidak ada yang namanya gagal. Gagal adalah ketika anda berhenti mencoba melakukan sesuatu. Selama anda belum berhenti, selalu ada peluang untuk berhasil.

Rahasia yang ketiga adalah miliki alasan positif yang kuat. Kenapa anda mau untuk bertindak? Ketika alasan anda menjadi kuat, tantangan atau rintangan anda menjadi lemah. Sebaliknya, ketika alasan anda untuk bertindak menjadi lemah, tantangan anda menjadi besar, lebih besar, dan menjadi sangat besar. Yang keempat adalah jagalah motivasi anda untuk selalu melakukan take action.







Artikel Wining Spirit – Rahasia Tindakan ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Rabu, 02 Maret 2011

Career Revolution – Cara Cepat Promosi Naik Pangkat dan Naik Gaji

Career Revolution, sungguh merupakan suatu impian bagi semua orang yang bekerja: Cepat Naik Pangkat dan Cepat Naik Gaji Besar.

Saya pribadi pernah bekerja delapan tahun di sebuah Bank Swasta Terbesar di Indonesia, dari tahun 1992-2000. Mulai masuk bekerja sebagai MDP (Management Development Program) atau Kader Pemimpin. Belajar terlebih dahulu selama 15 bulan. Setiap minggu ulangan, setiap 3 bulan ujian seperti ujian skripsi. Tidak lulus boleh mengulang sekali. kalau masih belum berhasil, akan dikeluarkan dari MDP.

Ternyata setelah lulus MDP, karir saya termasuk sangat cepat. Hanya dalam waktu 21 bulan setelah lulus MDP, saya diangkat menjadi Wakil Pemimpin Kantor Cabang Utama di Cabang kelas Wilayah (Cabang Besar). Sukses dua tahun sebagai Wakil, kemudian dipromosi menjadi Kepala Cabang Utama. Gaji juga mengalami lonjakan sangat besar, sekitar 1200% atau duabelas kali lipat dalam waktu 6,5 tahun berkarir. Dan pindah ke perusahaan baru dengan posisi Senior Vice President, dengan gaji 3 kali lipat dari yang sudah naik duabelas kali.

Ini rahasia nya:

  1. Bisa dipercaya.
  2. Punya nilai tambah.
  3. Berperilaku menyenangkan.
  4. Dikenal orang yang tepat dalam jumlah yang banyak.

Mari kita bahas satu persatu Rahasia di atas.

1. Bisa Dipercaya.

Tidak bisa dipercaya tidak ada karir! Selesai. Titik. Hal ini adalah syarat mutlak dalam berkarir. Kadang ujian bisa dipercaya atau tidak sangat tipis. Misal waktu saya menjadi wakil pemimpin, saya tidak tahu bahwa penggunaan telpon pribadi dimonitor oleh atasan saya. Untung saat itu setiap bulan saya minta print penggunaan telpon dengan kode password saya dan penggunaan interlokal pribadi saya keluarkan dan saya bayar pribadi. Saya baru tahu ketika wakil pemimpin yang lain marah-marah karena diminta membayar penggunaan telpon pribadi.

Juga anda tidak pernah tahu anda sedang di tes atau tidak oleh atasan anda. Contoh satu hari saya diminta oleh Wakil Presiden Direktur untuk mendatangi sebuah perusahaan, dan oleh pemilik perusahaan tersebut saya diberi amplop ucapan terima kasih dan tentu saja ini adalah hal terlarang di perusahaan saya, maka saya tolak. Eh sore harinya saya di telpon oleh Wapresdir yang merangkap Kepala Divisi HRD (sekaligus anak pemilik perusahaan!), diberi ucapan selamat bahwa saya lolos tes, dan siap untuk dipromosi jadi pemimpin cabang! Bisa terbayang bila saat itu saya tidak lolos tes. Tidak ada promosi. Tidak ada karir lagi. Masuk daftar black list. Tunjukkan anda bisa dipercaya dalam hal besar maupun hal kecil.

2. Punya Nilai Tambah.

Diakui atau tidak, sadar atau tidak, ketika kita berkarir, kita akan dibandingkan dengan rekan kita.

Usahakan kita punya nilai tambah lebih dari orang lain. Caranya: Ambil tanggung jawab lebih, kerja ekstra. Dan yang terbaik adalah jadi yang Terbaik di Bidang yang sedang dimonitor, atau kita buat atasan mengetahui bidang yang kita terbaik. Cara jadi yang terbaik;

a. Secara sadar kita menentukan bahwa kita mau jadi yang terbaik.

b. Alasan sangat kuat untuk menjadi yang terbaik, demi orang-orang yang kita cintai.

c. Belajar dari yang Terbaik.

Ketika berkarir saya mendapatkan prestasi Hasil Audit Terbaik di Indonesia, Pertumbuhan Pemegang Kartu ATM Terbesar, Pertumbuhan Kartu Kredit Terbesar, Tingkat Mati Mesin ATM Terendah Seluruh Indonesia dll. Semua tercapai karena melakukan tiga hal di atas.

3. Berperilaku Menyenangkan.

Berarti kita sopan santun sesuai dengan budaya perusahaan, inisiatif menyelesaikan masalah tanpa disuruh, semangat, antusias, positif. Dan sadar 3 T dalam berbicara. Timing, Teknik, dan Tempatnya.

4. Dikenal Orang yang Tepat dalam Jumlah yang Banyak.

Percuma kalau kita hebat hanya dikenal oleh office boy. Pastikan atasan yang kompeten menaikan gaji, serta mempromosikan kita tahu kelebihan anda. Satu hal lagi, pastikan yang tahu bukan hanya atasan kita langsung, juga atasan kita yang lain, bahkan atasan atau pemilik perusahaan lain. Ikut organisasi, perkumpulan, asosiasi. Berani tampil, jadi pengurus, jadi ketua. Dulu saya aktif di Asosiasi Management Indonesia, bahkan sempat menjadi Ketua Umum hampir satu periode di kota Malang dan satu periode di kota Jakarta. Dengan kita dikenal banyak orang maka selain kita lebih dihargai di dalam perusahaan, kita juga dihargai di luar perusahaan.


Akhir kata, semoga artikel ini memberi strategi serta motivasi sehingga karir anda terjadi revolusi, naik pangkat dan naik gaji dengan cepat!


Salam Dahsyat Selalu!


Tung Desem Waringin

Penulis Buku Rekor MURI Terlaris di Indonesia ”Financial Revolution” dan ”Marketing Revolution”


Artikel Career Revolution – Cara Cepat Promosi Naik Pangkat dan Naik Gaji ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Minggu, 27 Februari 2011

Seni Cara Mendapatkan Modal Usaha

mendapatkan modal

Seni cara mendapatkan modal usaha yang pertama adalah MENABUNG ini adalah cara paling lama dalam mendapatkan modal. Ke dua HUTANG SAUDARA, jadikan ini sebagai jurus terakhir karena ini adalah cara yang paling bahaya. Salah – salah anda bisa putus tali persaudaraan. Jadi bila terpaksa berhutang kepada saudara, anda harus menjadikan kapan akan dibayar, lau sebutkan keuntungan yang dia dapat bila meminjamkan anda uang.

Masih ingat Win-Win. Anda bisa dikatakan Win bila orang lain pun Win. Bila suatu ketika anda belum bisa membayar, tunjukan I’tikad baik dan katakana bahwa untuk saat ini anda belum bisa bayar dan baru bisa bayar bunganya saja.

Berikutnya HUTANG TEMAN. Sebelum anda melakukan ini anda harus berteman terlebih dahulu. Salah satunya caranya adalah dengan cara membuat proposal bila memang anda akan membuat suatu project, maksudya setiap anda hutang anda bukan hutang tapi menawarkan peluang bisnis, beritahukan keuntungannya.

Atau anda menawarkan untuk menjadi private investor, menjadi Private Investor ketika anda rugi anda tidak bayar, tetapi bila dia beruntung beritahukan berapa keuntungannya, jadi anda menawarkan peluang

Banyak perusahaan meminta saya untuk bekerjasama. Setiap perusahaan yang mengajak saya bekerja sama setidaknya dia harus ahli dibidang tersebut, pernah melakukan usaha tersebut yang intinya adalah dia memang sudah mantap dan perencanaannya sudah matang.

Bila anda pernah mendengar mengenai H. Amir Abadi yusuf, dia adalah audit akuntan, pengarang buku, dosen dan mempunyai 9 perusahaan saya mengajukan proposal tiga kali bertemu sudah di setujui. Karena saya informasikan bahwa Toko buku saya sudah berpengalaman 9 tahun, saya tunjukan grafik omset yang selalu naik, jika invest maka inilah keuntungan – keuntungan yang akan didapatkan.

Kemudian pak Panangian Simanungkalit Calon Menteri Perumahan, ketika kita joint kembali kita tunjukan dulu “CPA” yakni Certified Property Analyst, saya mau bekerjasama lagi karena sebelmnya pernah berhasil.

Ada orang bertanya kepada saya bahwa sudah punya toko ramai sekali sudah 2 bulan ada yang menawarkan untuk frenchise, saya sarankan dia untuk jual satu dulu, buat Standart System Marketingnya, displaynya seperti apa? Pemasarannya seperti apa? Dan lain-lain.

Indomart sudah mempunyai standart marketingnya sendiri, pertama kali buka buka grafiknya grafiknya naik. Salah satu cara yang dia lakukan adalah bemberi hadiah paying. Jadi kalau mau jual Frenchise, marketingnya harus tertulis termasuk SISTEM CONTROLnya, termasuk cara control stocknya.

Contoh, saya punya toko buku baru 35 ribu item buku saya kesulitan mengontrol stoknya, tapi saya belajar dari indomart, saya tanya barang-barang apa saja yang distok, apakah distoknya tiap hari?, lalu dia memberitahu apa saja yang harus distok.

Satu ialah stok barang-barang yang paling gampang hilang, yang kedua yang mahal, ketiga yang laku, keempat sistem acak, dan selalu diganti-ganti, yang kelima barang restan, adalah barang yang sudah tidak laku yang tidak di display itu yang paling gampang dicuri, yang paling laku yang mahal adalah yang paling sering hilang, kemudian yang secara acak dan yang restand pun sering hilang.

Bila ada barang yang hilang ditanggung sebesar 0,15% dari omset. Kalau terus hilang lebih dari itu berarti menjadi tanggung jawab pribadi yakni potong bonus atau potong gaji.

Berdasarkan salah satu buku yang say abaca, ternyata karyawan yang sudah 5 tahun keatas kemungkinan mencuri 300% lebih banayk dari pada karyawan baru dan sekali dia mencuri bisa mencapai 500% dibanding yang karyawan baru. Pencurian yang paling banyak adalah pencurian internal.

Berikutnya yaitu jual ide, dan mengajaknya untuk menjadi partenership , bila dia menjadi partnership maka dia akan ikut terjun langsung. Untuk lebih meyakinkan anda bisa memberikan jaminan berupa sertifikat ataupun latar belakang anda. Buat dia percaya kepada anda,katakana padanya bahwa dia harus cepat karena ini menguntungkan dan sekali lagi sebutkan keuntungan-keuntungan tersebut.

Lihat Video mengenai ini (dalam 3 bagian)


untuk melihat bagian pertama, Klik disini


Untuk melihat bagian kedua, Klik disini


Untuk melihat bagian ketiga, Klik disini

Semoga bermanfaat,

Salam Dahsyat

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

cara mendapatkan modal usaha (25), cara mendapatkan modal (19), cara memperoleh modal usaha (8), cara mendapatkan modal bisnis (7), mendapatkan modal usaha (6), cara mendapat modal (4), cara dapat modal usaha (4), www dahsyat com (4), modal usaha (3), cara dapat modal (3)

Artikel Seni Cara Mendapatkan Modal Usaha ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Thinking Right For Missed Period

Article 1 of 24 / management art of survival

Someone who seems know but he actualy did not know anything, that means he was at the peak of his stupidity, Brother Rich are willing wrong. If he does something wrong he is always ready to apologize. He did not try to always be true. In school we are taught that there is only one correct answer. In real life it turns out there is more than one correct answer. If someone has an answer really better than we do, take it. So we have two correct answers. Because people who have only one correct answer usually he is too often spent time with lot of debate and always defensive, people like these are often people are boring, and always out of date because he does not notice that the answer correct for the first time has now become not true . So Brother Rich advise is, “Do something bold and slightly risky every day. Although when it it did not make you become rich instantly, but this habit will make your life to stay motivated and make you stay young and most importantly it means practicing skills on an ongoing basis to later become rich.